6 Tips Untuk Anda Ketika Membeli Rumah Secondary

6 tips membeli rumah secondary. Memiliki rumah sendiri merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Akan tetapi, harga rumah yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya bisa menghambat Anda untuk dapat memiliki sebuah rumah. Maka memiliki rumah baru di zaman sekarang akan menjadi semakin sulit.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir, sebab saat ini sudah ada sistem Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang akan sangat membantu Anda untuk dapat memiliki rumah pribadi. KPR sendiri merupakan fasilitas kredit yang disediakan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan melakukan renovasi atau membeli rumah.

Salah satu alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan harga rumah yang lebih efisien adalah dengan membeli rumah Secondary. Keuntungan dari membeli rumah Secondary adalah harganya lebih terjangkau dan Anda terbebas dari pajak pertambahan nilai (PPN).

Untuk itu maka berikut ini adalah 6 tips yang dapat Anda lakukan sebelum membeli rumah Secondary secara aman, sebagai berikut:

1. LOKASI RUMAH
Tips pertama yang dapat Anda lakukan adalah mempertimbangkan lokasi rumah, sebab lokasi juga akan menentukan aspek pendukung lainnya, seperti akses transportasi, jarak rumah dan lokasi kerja atau sekolah, serta tingkat kemacetan.

Selain itu, penentuan lokasi juga menjadi pertimbangan Anda apakah daerah rumah bekas tersebut rawan bencana seperti: bencana banjir dan longsor. Sebab pihak perbankan akan menolak permohonan Anda apabila lokasi rumah tersebut ada di Kawasan rawan bencana.

2. USIA BANGUNAN
Tips kedua coba pastikan Anda telah memiliki data usia bangunan serta kondisi bangunan dari rumah bekas pilihan Anda. Lamanya usia bangunan dapat memengaruhi harga dari rumah bekas tersebut.

Jika usia bangunan dibawah 10 tahun rumah tersebut terbilang baru, usia bangunan 10 sampai 20 tahun rumah tersebut tergolong sedang, dan usia bangunan lebih dari 20 tahun rumah tersebut sudah tergolong bangunan tua

Kualitas bangunan yang semakin tua tentunya akan semakin menurun. Dan tentunya Anda harus menyiapkan dana tambahan untuk renovasi.

Pihak perbankan juga lebih mudah untuk mengucurkan kredit pada rumah bekas dengan usia bangunan yang semakin baru.

3. LINGKUNGAN SEKITAR RUMAH
Tips ketiga adalah memastikan lingkungan sekitar dari rumah bekas pilihan Anda sudah membuat nyaman dan terasa aman untuk ditinggali. Pastikan Anda sudah mengecek kondisi jalan dan penerangan di sekitar daerah rumah bekas Anda.

Untuk itu Anda juga bisa bertanya ke penduduk sekitar, apakah ada tindak kriminalitas di kawasan tersebut. Semakin aman lingkungan akan semakin mudah untuk mendapatkan KPR.

4. KELENGKAPAN LEGALITAS RUMAH
Tips keempat adalah mengecek kelengkapan legalitas dari rumah bekas tersebut. Cermati setiap sertifikat rumah atau Surat Hak Milik (SHM), Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan bukti pembayaran pajak PBB.

Pastikan juga dengan benar nama yang tertera pada sertifikat SHM. Jika sertifikat bukan atas nama penjual, maka Anda harus mencari tahu apa hubungan pemilik sertifikat dengan penjual. Jika kurang yakin dengan legalitas rumah tersebut sebaiknya lakukan pengecekan legalitas melalui Lembaga BPN atau bisa juga melalui notaris yang telah Anda tunjuk.

Pasalnya, Anda perlu segera melakukan balik nama atau surat jual beli dengan pemilik sebelumnya. Tahapan ini sangatlah penting karena berurusan dengan hukum kepemilikan. Pastikan Anda juga mengecek sertifikat IMB rumah tersebut. Dengan begitu, Anda dapat memastikan luas bangunan telah sesuai dengan yang tertera di surat PBB dan pastikan pemilik sebelumnya telah melakukan pajak PBB beserta bukti pembayarannya.

Kelengkapan dokumen legalitas tersebut akan memengaruhi harga jual rumah. Dengan dokumen legalitas yang lengkap, mengurus keperluan yang berkaitan dengan bank akan menjadi semakin mudah.

5. HARGA PASARAN
Tips kelima adalah mengecek harga pasaran di daerah yang Anda inginkan dan Anda dapat menaksir harga yang sesuai untuk rumah bekas tersebut. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar daerah rumah bekas pilihan Anda.

Dengan begitu Anda memiliki harga patokan saat akan melakukan proses tawar-menawar harga. Selanjutnya Anda dapat menaksir harga dari rumah bekas tersebut.
Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, di antaranya adalah:

Menghitung berdasarkan nilai pasar dengan rumus sederhana yang selalu digunakan yaitu nilai pasar = harga tanah + nilai bangunan serta sarana pelengkap.
Bertanya kepada kontraktor atau developer perumahan agar mendapatkan hasil yang lebih akurat. Nilai bangunan biasanya dihitung berdasarkan harga rata-rata. Contohnya, jika luas bangunan 60 meter persegi dan nilai rata-rata bangunan rumah tersebut 2,5 juta per meter, maka totalnya adalah luas bangunan dikalikan harga nilai bangunan tersebut, yaitu 60 x 2,5 = 150 juta. Untuk mendapatkan nilai dari sarana pelengkap, Anda tinggal menghitung sendiri barang-barang tersebut sesuai dengan kondisi dan harga pasaran.
Menaksir harga rumah berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) rumah tersebut. Dalam NJOP akan tercantum luas tanah bangunan dan harga per meter rumah tersebut.
Menaksir rumah dengan bantuan appraiser profesional, misalnya appraiser dari pihak bank. Hasil dari bantuan appraiser profesional dan berpengalaman seringkali akurat dan merupakan cara terbaik untuk menaksir harga rumah bekas.

6. KUALITAS BANGUNAN
Tips keenam adalah mengecek kualitas dari rumah bekas tersebut. Pastikan Anda mengecek secara detail kondisi bangunan dari rumah bekas tersebut dengan melibatkan seorang kontraktor atau arsitek.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan pada kondisi rumah bekas adalah:

  • Cek kondisi dinding, apakah terdapat noda bekas dari rembesan air tanah
  • Cek kualitas lantai, apakah masih bagus atau sudah terdapat retak
  • Cek kondisi kusen, jendela, pintu, plafon, dan atap rumah apakah terdapat bekas serangan rayap
  • Cek apakah struktur atap masih dalam kondisi yang baik. Lihatlah secara cermat apakah terdapat balok yang keropos atau terdapat kebocoran pada talang
  • Cek kondisi jaringan listrik PLN
  • Cek kondisi dari sumber air di rumah tersebut dan cermati pula letak jalur pipa air yang harus berjarak minimal 10 meter dengan tangki septik. Jika jarak ideal tidak terpenuhi, maka air akan tercemar dan tidak layak untuk digunakan

6 tips membeli rumah secondary tersebut dapat menjadi bahan perhitungan Anda ketika menaksir harga dan melakukan tawar menawar dengan pemilik rumah.

Semoga Bermanfaat!

Jakprop.com adalah situs pemasaran properti milik Kami sebagai Agen Pemasaran Properti Profesional untuk Area Jakarta dan sekitarnya.

Kami memasarkan berbagai jenis properti baik berupa rumah, tanah, tempat usaha ataupun gedung yang berlokasi di Area Jakarta dan kota-kota di sekitarnya.

Strategi pemasaran Kami merupakan kolaborasi antara penjualan secara offline dan online. Metode pemasaran online yang kami lakukan adalah pemasaran secara masif dengan menggunakan Teknologi Digital, melalui beberapa situs media sosial dan marketplace yang Kami miliki.

Call Now ButtonCALL US
error: Content is protected !!